#XadJava2018

collage 1

Tahun lalu, 2017, kami sekeluarga sudah melakukan roadtrip ke Jogja-Solo dengan rute :

Berangkat dari Cimahi – Tasikmalaya – Purwokerto – Jogja – Solo – Semarang – Pekalongan – Cirebon. Roadtrip tahun lalu yang kami beri hashtag #XadJava itu menghabiskan waktu total 12 hari.

Tahun ini kami roadtrip lagi, kali ini sampe ke Malang, dengan rute :

Berangkat dari Cimahi – Semarang – Rembang / Lasem – Surabaya – Mojokerto – Batu – Malang – Madiun / Ngawi – Solo – Jogja – Ungaran – Brebes – Karawang. Roadtrip tahun ini yang kami beri hashtag #XadJava2018 itu menghabiskan waktu total 21 hari untuk 12 kota.

Kami merencanakan untuk wisata candi, dan beberapa tempat wisata yang unik. Selain itu juga kami merencanakan untuk “wisata hotel” alias nyobain hotel-hotel baru di kota-kota yang kami singgahi.

Apa saja important things yang harus dipersiapkan untuk roadtrip tahun ini?

1. Pakaian.

Buat saya, 21 hari pergi dan berpindah-pindah hotel, cukup bikin pusing mikirin baju. Karena males rempes, maka yang saya lakukan adalah membuat 21 set pakaian untuk 21 hari tsb. Memang jadi boros sih harus beli dulu, tapi toh baju yang dibeli juga bakal dipake terus sama Ai – Arli dalam waktu cukup lama. Itung-itung beli bajunya di-pool sebelum roadtrip aja sih hehe. Kecuali pakaian dalam dan baju tidur, dilaundry di kota Batu dan Jogja. Karena dipakai ulang dan mending bawa pulang baju bersih kan?

Dan yang kami belum punya adalah koper-koper kecil yang banyak. Maka setiap keperluan akan ditaro di dalam tas terpisah-pisah. Setiap kota juga memiliki tas yang diberi tag sesuai kotanya, jadi kalo sampe hotel kota tsb, langsung angkut aja tasnya. Dan yang diangkut/diturunin setiap hotel tu ada : tas Dipa, tas gw, tas Aikia, tas Arli, tas baju kota tsb, tas baju Arli, tas gadget, tas laptop, tas toiletries, tas mainan dan tas makanan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Yep! Butuh bellboy setiap kali check in/check out dari hotel ke hotel. Trus kadang ada juga hotel yang gak ada bellboynya, maka Dipa lah yang mondar mandir bawa semua tas itu hahaha.. yah semoga tahun depan sudah punya koper dan bisa lebih praktis deh.

2. Itinerary yang matang.

Roadtrip taun ini fokus di tour de candi. Seperti biasalah, list wisata tu selalu panjaanng kan hasil googling, padahal kenyataannya paling cuma 2-3 titik yang bisa disamperin hehe. Ya karna anak-anak kalo jam makan butuh waktu lebih lama dibanding orang dewasa kan.  Belum mampir-mampir indomaret/alfamart untuk numpang ke toilet yang selalu butuh waktu 15-30mnt.

Perubahan terjadi saat kami sudah memasukkan kota Blitar setelah dari Malang. Tapi pas sampe di kota Batu, sebelum sampe Malang, saya pikir, duh ngapain sih ke Blitar, mending juga ngabisin waktu lebih lama di Malang ( karna saya pernah tinggal di kota ini jadi masih ingin berlama-lama di Malang ). Akhirnya skip kota Blitar dan stay di Malang lebih lama. Yeay!

Untuk kota lainnya sih, masih sesuai rencana, karna kami booking hotel juga sudah dilakukan sejak dari Jakarta. Iya betul, kami memang bukan keluarga backpacker yang bisa spontan brenti di kota-kota tertentu, tapi semua sudah kami rencanakan dengan detail.

3. Perencanaan keuangan yang baik.

Hotel, makan, bensin, tempat wisata, parkir, adalah hal-hal penting yang harus dihitung sebelum berangkat. Tambahan 30% untuk keperluan impulsif ( misal oleh-oleh ) dan darurat.

Dipa di salah satu postingan ig nya bercerita tentang pengeluaran selama roadtrip ini, ternyata setelah selesai berhitung, urutan pengeluaran adalah sbb :

  • 46% hotel : karena memang ngejer kenyamanan hotel setelah lama di jalanan
  • 12% pengeluaran pribadi
  • 9% jajan
  •  8% makan malam
  • 7% hiburan
  • 6% makan siang

Ternyata bensin tidak termasuk di 5 besar pengeluaran. Irit juga mobilnya yea..

4. Mencoba jajanan lokal.

Dalam hal ini konteksnya bukan makanan berat seperti rawon setan, soto lamongan, pecel madiun, sate klathak dll dst. Karena kami sadar anak-anak gak bisa dipaksa untuk nyobain banyak makanan baru. Dan realitanya adalah mereka memilih comfort food untuk sarapan, makan siang dan makan malamnya.

Maka jajanan local yang dicoba akhirnya adalah kopi-kopi ( single origin ), cold pressed juice dan dark chocolate di masing-masing kota. Kalo suami saya sudah pasti akan hunting hotwheel dan teh.

Blog berikutnya, cerita tentang #XadJava2018 di kota pertama, Semarang/Kudus..

Terima kasih sudah membaca…

collage 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s