#XadJava hari 7 : Pura Mangkunegaran

Bolak balik ke Solo / Jogja, baru kali ini ke Pura Mangkunegaran.

Pura ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaranditandatangani oleh kelompok Raden Mas Said, Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwana I), Sunan Pakubuwana III, dan VOC pada tahun 1757. Pangeran Sambernyawa, julukan bagi Raden Mas Said, diangkat menjadi “Pangeran Adipati” bergelar Mangkunegara I. ( wikipedia )

Pura Mangkunegaran lebih apik dan resik dari Karaton Surakarta. Kata abdi dalem, juga lebih tapir 😊 “Aset milik Sri Paduka ini banyak, tapi sekarang banyak dikelola pemerintah. Termasuk pabrik gula PTPN di Solo, Stasiun Kereta Api Balapan juga semula milk sini”.
Raja-raja Mataram jaman dulu istrinya banyak-banyak ( PakuBuwono X, istrinya sampe 41 ). Tapi Mangkunegaran rata-rata katanya istrinya cuma 1, selir juga 1.. *waa bagus deh 😋

Kami terlambat datang. Karena jam 15.00 udah tutup museumnya. Jadi ga sempet liat koleksi-koleksinya deh.

 

Nganterin Ai sama Arli ke asal muasal nenek moyangnya
Warna kuning dan hijau yang mendominasi pendopo adalah warna pari anom yang merupakan warna khas keluarga Mangkunegaran ( wikipedia )
Makna warna : Ada warna kuning yang berarti menolak ngantuk, warna biru selalu untung dari bencana, hitam mencegah lapar, hijau menolak stres, putih berarti mencegah seks tidak pada tempatnya atau selalu dalam posisi bersih. Warna pink agar selalu waswas, warna ungu agar tidak mempunyai pikiran yang kotor


Pintu masuk area wisatawan

Setelah pintu gerbang utama akan tampak pamedan, yaitu lapangan perlatihan prajurit pasukan Mangkunegaran[2]. Di sebelah timur pamedan terdapat markas pasukan infanteri dan kavaleri eks-Legiun Mangkunegaran yang memiliki semacam bangunan benteng ( wikipedia )

Di dalam pendopo terdapat gamelan-gamelan pusaka, antara lain gamelan Kyai Seton, gamelan Kyai Kanyut Mesem, dan gamelan Lipur Sari, yang masing-masing hanya dimainkan pada saat-saat tertentu ( wikipedia )
Istana ini dibangun tahun 1757 oleh Mangkunegara I dengan dekorasi khas Eropa

Breastfeeding everywhere yes.. apalagi di teras taman indah dekat ruangan Pracimoyasa


​Wisata Solo lainnya yang kami kunjungi adalah Pasar Triwindu, Museum Batik Danarhadi, Keraton Surakarta dan Rumah makan Rumahkoe Heritage 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s