Pengalaman persalinan anak ke-3 di usia 40 tahun ( part 2 )

Pengalaman melahirkan anak ke-3 kali ini, jauh lebih tenang, rileks, anteng dan mudah. 

Mungkin karna udah anak ke-3, jadi lebih siap.

Mungkin juga karna naro harapan besar pada calon bayi perempuan ini.

Mungkin karna rasa rindu tak tertahankan kepada almarhumah Alinea, si bayi kecilku yang sudah meninggal.

Yang pasti formula diatas ditambah karena ijin dari-Nya. Plus, restu ibuku. Juga dukungan suami, anakku dan kakak/adik. Ditambah support dan doa yang ga brenti dari banyak teman. Maka terjadilah semua sesuai rencana dan ekspektasi. 

Selain itu selama kehamilan ke-3 di usia 40 taun ini, cukup tau diri karena jiwa dan raga TIDAK akan sama dengan ibu-ibu muda 20an or 30an.

Maka untuk menyiapkan raga yang sehat dan bugar, banyak melakukan olahraga sejak usia kehamilan 3-4 bulan. 

Tiap subuh, jalan kaki 3000-4000 langkah. Jalan keliling konplek tiap jam 5 pagi.
Tiap pagi, yoga. Yoga sendiri aja, ngikutin yang ada di youtube. Kecuali tiap Rabu yoga di Rumah Yoga, Lamandau, sama gurunya mbak Tia Pratignyo ( ini guru yoga gw sejak hamil Aikia, Alinea dan sekarang Artedia hehe ). 
Tiap sore, pregnancy workout. Juga cuman ngikutin yang ada di youtube. Ditambah alat-alat seperti gymball dan dumbbell. 
Tiap malem, senam hamil hasil ikutan kelas bidan-bidan di KMC ( ini dilakukan di usia kehamilan udah 8 bulan )

Semua dilakukan for the sake of biar tetep fit, gak lemes, bugar selama persalinan DAN yang lebih penting, setelah bayi lahir. Yep! Kata orang-orang kekinian, “jangan kasih kendor” abis lahiran mah, gas pooolll nonstop sampe anaknya dewasa 😊..

Dan untuk menjaga jiwa yang waras dan jernih, juga ikutan kelas self-healing nya Reza Gunawan dan childbirth education class di Nujuh bulan studio. 

Di kelas self-healing, intinya untuk membersihkan jiwa agar lebih bersih, jernih dan ringan melalui terapi yang diajarkan langsung oleh Reza Gunawan.
Hasilnya setelah sekian kali praktek, memang jadi lebih ringan beban pikiran dan hati. Karena diajarin untuk membuang “sampah kehidupan”, semua momen yang bikin ganjel hati jiwa raga, semua diterapi untuk dihilangkan. Tujuannya ya itu, pikiran jadi lebih tenang dan jernih. Keuntungannya pas persalinan? Jadi ga ada pikiran-pikiran lain yang mengganggu persiapan datangnya anggota keluarga baru ini.

Selain itu ikutan juga kelas childbirth education di Nujuh bulan studio, Bintaro ( detailnya bisa cek instagramnya @nujuhbulanstudio ).

Banyak hal yang diajarin disana yang sukses dipraktekan saat persalinan, diantaranya :

– merubah mindset, bahwa melahirkan adalah proses indah dan nikmat yang hanya bisa dialami oleh perempuan. Jadi melahirkan bukan proses sakit, nyeri yang bisa membuat trauma. Malah ini seperti komplimen dari universe, alam semesta, dari Tuhan, karna hanya perempuanlah yang bisa dan sanggup melahirkan jiwa baru ke dunia. Maka ga sepantasnya kita meng-klaim melahirkan itu sakit. 

– latihan gerakan-gerakan yang dilakukan bareng pasangan, untuk melonggarkan jalan rahim dan tips trik lainnya

– belajar mengenai berbagai teknik juga anatomi tubuh ibu hamil terkait persalinan. Hal ini penting jadi kita aware sama badan kita sendiri. Juga paham prosesnya. 

– belajar memperlakukan plasenta, dimana selama 9 bulan plasenta adalah teman terbaik bayi di dalam rahim, maka idealnya perpisahan antara bayi dan plasenta haruslah damai tanpa buru-buru ( kami memotong tali pusat selama 2 jam setelah plasenta dilahirkan ). 

– yang paling penting lainnya : latihan menyambut kontraksi dengan nafas, bukan lagi mikirin sensasi nyeri dan ngilunya, tapi lebih “berteman” dengan kontraksi

Semua pelajaran dari kelas-kelas tsb, ditambah rutinitas olahraga, sukses membantu persalinan menjadi lebih siap, lebih seimbang dan lebih santay! 
Bahkan gw malah inget lagi sensasi kontraksinya. 

Yang keinget hanya rasa panas di vagina saat ngeden ngeluarin kepala bayi. Sama pas vagina dijait itu deh. Masih susah untuk ga ngerasa ngilu.

So ibu-ibu ( 40 taun.. Atau kurang ) yang lagi hamil, persiapkan diri anda sebaik-baiknya. Kalo gw ibarat mo traveling, semua detail disiapkan sebaik-baiknya. Sama juga ibarat mo presentasi ke klien. Demikian juga dengan persalinan. Udah banyak kelas-kelas persalinan sampe parenting sekarang ini. Tinggal diikutin aja. Dan jangan sampe kepikiran atau keucap “ga ada waktunya”, karna once kita ignore, susah untuk benerinnya.
Selamat menyiapkan diri sebaik-baiknya, dan selamat menikmati persalinan yang lebih efektif dan efisien tanpa drama-drama lebay ala sinetron. Amin.

God bless you. 

Goodluck moms! 

IMD, sambil selfie sambil dijait #sokasik πŸ˜„
Plasenta. Baru kali ini bisa pegang dan baru paham bentuknya 😁
Penguburan Plasenta. Sesuai adat Jawa, Dipa nyiapin semua hal untuk penguburan plasenta. Di tempat yang berdekatan dengan plasenta kakak-kakaknya
Mendhem ari-ari. Atau penguburan plasenta. Banyak syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan adat Jawa. Semua adalah simbol dan ritual untuk mendoakan kebaikan untuk anaknya kelak
Dipa sibuk ngurus plasenta. Ibuk mulai menikmati lagi, keriaan dengan 2 anak 😊. Tuhan baek banget sama sayah!
Pas usia kehamilan 7bulan udah harus diet. So, pas lahiran banyak dapet kiriman makanan2 full of gulak! haha
Kiriman cookies kesukaan dari keluarga Dinda-Edwin-Jiri-Ava. Ga tau kenapa bisa pas ketemunya sama mereka di ruang tunggu dr. Ridwan, waktu tau hamil anak ke-3 ini hihi

Iklan

2 pemikiran pada “Pengalaman persalinan anak ke-3 di usia 40 tahun ( part 2 )

  1. terimakasih artikel nya, sungguh pengalam yang sangat luar biasa
    sangat bermanfaat untuk para bunda yang harap-harap cemas menjalang HPL.
    apalagi HPL anak pertama dan belum punya pengalaman sama sekali,
    jadi nya cari-2 info di website ini.
    lebih baik lahiran di RS atau klink bidan ya ?

    1. Dear HamilPlus
      Tergantung kenyamanan kali ya. Harus sama-sama dipelajari plus minus di RS atau klinik bidan. Di RS mungkin kelebihannya alat2 lebih canggih, tenaga ahli lebih banyak. Di bidan kelebihannya semua natural alami, tenaga ahli lebih tepat.
      Semua tergantung pilihan ibu-ayah dan janin 😊.. Goodluck!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s