Tips Jalan-jalan untuk Ibu Hamil [ 4/12 ] : Memilih hotel yang dekat dengan public transportation

Blog sebelumnya saya bercerita tentang Memilih negara yang kondusif untuk ibu hamil dan pasangan/anak

Blog keempat tentang #TipsBumilJalanJalan yang mau saya share adalah :

4. Memilih hotel yang dekat dengan public transportation

Pemilihan sebenernya sesuai selera aja, tapi kalo kami selalu memilih hotel yang terdekat dengan stasiun/halte. Agar perjalanan lebih cepat, mudah dan HEMAT TENAGA.

Kami tidak terbiasa ikutan tour. Semua itinerary dibuat sendiri sejak dari Jakarta. Tujuan wisata dipilih terlebih dahulu, lalu kami kelompokan harinya sesuai letak geografisnya. Baru pelajari sistem transportasi menuju lokasinya.

 

Google map, selalu menjadi andalan kami. Juga rute kereta yang aplikasinya sudah harus di-download dan dipelajari sejak dari Jakarta. Saya aja baru tau kalo di Singapore itu hanya ada 1 vendor MRT, sementara di Tokyo ada 4 dengan sebutan yang berbeda-beda.

Kartu kereta. Beli kartu kereta berlangganan akan lebih mudah dan cepat dibanding kita memasukan koin setiap kali naik kereta. Seperti : MRT card di Singapore, Octopus card di Hong kong atau JR pass di Jepang. Baca baik-baik setiap tarif perjalanan anda. Isi ulang kartu di spot yang tersebar di area entrance stasiun. Jika kebingungna, petugas setempat ( meskipun pake bahasa tarzan ) selalu siap membantu. Umumnya 1 kartu bisa dipake untuk kereta, bus dan jajan di supermarket hehe

Mempelajari sistem transportasi dan letak geografis tujuan wisata buat saya penting banget. 1 hari 1 kawasan lebih efisien dibanding 1 hari ke 2 titik berjauhan hanya karna “pengen”. Kecuali kepepet sih ya silakan aja.

Hal beginian kecil tapi penting, demi bumil hemat waktu, hemat biaya dan HEMAT TENAGA. Jangan sampe hanya karena kita suka dibilang bumil bolot ( hehehe iya saya sering bolot kalo hamil ), kita jadi konyol kecapekan hanya karena hal-hal begini. Karena gak jarang saya ditelfon teman yang hari itu mau ke DisneySea, paginya baru nanya saya cara ke sana. hmm, yaudah jawabannya, naxi aja deh silakan..

Taxi, adalah pilihan terakhir untuk berpindah-pindah lokasi tujuan wisata. Karena negara-negara tsb memasang tarif sangat mahal untuk taxi dengan maksud memaksimalkan public transportation-nya. Ini jelas keuntungan buat turis kayak saya dong hehe.

So far, taxi kami gunakan hanya dari bandara ke hotel dan sebaliknya, atau kalo udah mo pengsan aja. Itupun harus sudah disiapkan cash sekitar 500ribu-1juta rupiah. Buat saya, uang 1juta, mending beli tas or sepatu hihihi.

 

Uber / Taxi grab juga bisa jadi pilihan juga di Singapore atau Hong kong. Download aplikasinya dan gunakan caranya sama seperti di Jakarta. Malah mobilnya banyak pilihan.

Contoh hotel yang pernah kami sewa

Hotel Jen Singapore, di kawasan Orchard Road, dan di bawahnya langsung MRT

Imperial hotel Hong kong, di kawasan Tsim Sha Tsui, depannya pertokoan, dan sebrangnya langsung MTR, dekat kawasan wisata. Kamarnya kecil dan agak bau-bau apek sih, tapi masih okelaa..

Novotel Citygate Hongkong, dekat bandara dan Disneyland

Di Jepang kami menginap di apartemen daerah Setagaya, tepat diantara stasiun Sakura-Shimmachi dan Yoga station.

 

 

routemap_en
Tokyo Subway Route Map, selain warna jalur kereta yang perlu dipelajari juga, pintu keluar saat di stasiun. Selalu ada di setiap stasiun dengan signage yang selalu jelas untuk tujuan exit yang dituju
hong-kong-MTR-system-map-1024x726
Hong kong MTR map. Banyaknya tempat wisata di pulau-pulau berbeda selain harus mengelompokan jadwal harian, kalo saya pribadi juga harus pindah hotel. Misal ke Disneyland saya memilih hotel disitu dan sekitarnya, ketimbang menginap di hotel di Causeway bay misalnya.

 

 

 

 

 

System Map_w 24022016
Singapore MRT map. Terlihat lebih  sederhana ya dibanding yang Tokyo dan Hong kong. Jangan lupa perhatikan stasiun interchange. Tempat berpindah jalur kereta.

 

hotel jen
Jen Hotel, Orhard gateway Singapore. Diatas Somerset mall & station.
bus sing
Kadang perlu berpindah bus pun tidak masalah, karena kartu MRT bisa dipakai di bus dan kereta. Suami saya yang selalu ngecek google map tiap kita di dalem kereta atau bis 😉

 

Selalu ada map yang ramah turis sih di setiap stasiun besar. Meskipun jarang ada tulisan dalam bahasa Inggris, paling gak bisa buat nyocokin dengan yang google maps.

 

 

Shenzhen Station. Loket tiket seperti ini selalu ada di setiap pintu entrance stasiun untuk isi ulang kartu atau hanya untuk tukar koin

 

 

Di Shenzhen karena hanya sehari, kami tidak membeli kartu berlangganan. Jadi naik turun kereta beli koin ketengan seperti ini saja. Cara pake nya sama dengan kartu, di-tap aja di bagian magnet di pintu entrance

 

iyah. gitu bapaknya di dalem kereta kalo ga sibuk cek hp ya bergaya aja siap difoto hahaha

Blog berikutnya yang mau saya share adalah Saat reservasi hotel, katakan anda sedang hamil

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s