#100hariRIPAlinea : Jangan Hapus Kenangan

#100hariRIPAlinea : Jangan Hapus Kenangan..

Dalam seratus hari meninggalnya my baby, Alinea Jazz Xadika, jangan hapus kenangan bersamanya…

Umur 11 tahun, papaku wafat meninggalkan ibuku yang waktu itu berumur 42 tahun. Ketiga kakakku saat itu masing-masing lulus SMA, kelas 1 SMA dan lulus SMP. Pastinya mereka semua memiliki pengalaman dan memori yang jauh lebih banyak dengan papah dibanding aku.

Sisa kenanganku sama papah, hanya satu, yaitu rumah tinggal di Cimahi. Rasanya adem dan damai kalo udah pulang ke Cimahi. Lalu kemudian efek dari rumah kenangan itu, aku ingin jadi arsitek, biar kelak juga bisa bikin rumah idaman yang nantinya bikin damai semua anggota keluarga yang tinggal didalamnya. ( Yah semoga hampir tercapai deh, amin. )

Dan sekarang, ketika bayiku wafat meninggalkanku [ 9 hari setelah aku ulang tahun yang ke 39, tepat di umurnya yang baru 9 bulan 18 hari ],  Adek Alin meninggalkan benda-benda yang banyak sekali.  Ada yang dibagi-bagi kepada orang lain. Tapi masih banyak yang disimpan.

Menyakitkan awalnya.

Tapi lama-lama barang-barang tersebut sekarang menjadi medium untuk selalu bersyukur.

Untuk pernah memiliki dia, pernah melahirkan dia, pernah mengurus dengan cinta dan kasih.

Pernah ceria bersama, pernah mencinta bersama.

Mendingan pernah mencintai kan daripada gak sama sekali kan?

Betul. Kini tersisa kenangan rasa syukur dan beruntung sebagai ibunya.

Sekarang yang jadi prioritas adalah selalu memanfaatkan setiap momen sebaik-baiknya.

Menikmati hari ini dengan semua momen dan memorinya.

Mengurangi kesibukan merancang masa depan dan lebih fokus menikmati masa kini.

Meskipun bermimpi itu harus dilakukan dan diwujudkan, tapi menikmati hari ini, sekarang terasa menjadi lebih penting.

Menjalani segala sesuatu yang diimpikan pun kini sesuai kemampuan saja.

Mencoba tanpa dibatasi kekecewaan masa lalu.

Untuk akhirnya tidak menyesal pernah punya kenangan manis bersama kesayangan.

Sekarang juga bukan hanya diam menunggu.

Karena masih yakin kehidupan juga perlu hidup.

Yakin hidup tetap lengkap hadir dengan banyak drama banyak happy.

Senantiasa penuh dengan eksperimen dan experience.

Dan kehidupan juga selalu merespon hidup yang kita berikan.

Kalo seharian cuma menunggu waktu habis, mana bisa bikin kenangan yang menyenangkan.

Tetap sadari juga, dalam setiap momen kehidupan manusia,

Tuhan memberikan kekhawatiran dan keuntungan masing-masing.

Gak perlu lagi menanggapi omongan orang lain, khawatir dengan perkataan orang lain.

Menanggapinya hanya membuat capek.

Karena ada takdir yang harus dipenuhi.

Juga ada kenangan yang kelak akan diingat.

Tetap sadari segala sesuatu harus dilatih.

Latihan bersedih, bersabar, bersyukur, menerima, menjalani, tersenyum dan move on.

Juga berlatih menyimpan kenangan.

Yang akan selalu jadi motivasi untuk selalu bersyukur.

Untuk berjalan di arah yang benar.

Dan bekal kelak bisa berkumpul lagi dengan kesayangan.

It takes a huge effort to free yourself from memory..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s