#100hariRIPalinea : Lewati Bersama Keluarga

#100hariRIPalinea : Lewati Bersama Keluarga..

Dalam seratus hari meninggalnya my baby, Alinea Jazz Xadika, lewatilah bersama keluarga.

Keluarga memberikan ketenangan dan tanda kalo saya gak sendirian. Apalagi, Puji Tuhan, saya masih punya suami dan anak laki-laki saya berumur 5 tahun yang harusnya lebih sedih, lebih bingung dengan kenyataan yang kelewat dini ini untuk dia. But I believe, dengan momen kehilangan yang Aikia lewati di masa balitanya ini, akan menjadikan dia pribadi yang kuat dan tegar. Karena aku berjanji dan ingin selalu mendampinginya menjadi anak-anak yang nantinya akan menjadi orang kuat tersebut. Mohon berikan kami umur panjang Ya Allah, demi pengharapan ini. Amin… ( seolah Tuhan punya blog juga deh -_- )

Rasa cinta dan support keluarga sangat tak terbatas saat kita terpuruk. Meskipun ungkapan duka dari beberapa anggota keluarga kadang terlalu apa adanya, misalnya

“Gimana sih! kamu kok telat bawa ke RS! Kalo udah gejala, jangan main-main!”

“ah harusnya ada aku disini kemaren, gimana sih kamu!”

“kamu tuh terlalu sombong orangnya, jadi Tuhan marah sama kamu!”

“Ini RS mana sih? sapa dokternya?”

“harusnya dikasih ini, dibalur itu! Kalo saya dulu pasti pake ini pake itu kalo anak panas”

dll dsb dst..

Awalnya bingung dan sakit hati,

Anak demam? Cuma bisa didiagnosa 3x24jam tu sama dokter..

Telat? Trus kalo lebih dulu ke RS tanpa anaknya sakit, bakal tetep idup gak ya?

Trus kalo kamu disini dari kemaren, berbedakah takdir anakku?

Kalo aku betul sombong dan ini hukuman dariNya, akan aku terima dengan pasrah dan merubah diri..

Trus kalo RS dan dokternya beda, pasti berubah juga takdirnya?

Trus kalo aku kasih ini itu balur ini itu, berarti berubah juga ya nasibku?

dll dsb dst

Tapi akhirnya, aku dan suamiku menganggap bahwa itu hanya ekspresi duka dari keluarga terdekatku. Jelas mereka juga sedih, hanya belum sadar aja menyalahkan ini itu tidak akan merubah takdir.

Kasih keluarga yang berlimpah selalu mendatangkan keberuntungan.

Menumpuk kebencian hanyalah membawa perpecahan keluarga.

Semua sama-sama kehilangan. Sama-sama gak tega sama my baby yang masih 9 bulan itu. Meski berat, kini kami memilih bersama-sama belajar sabar, belajar mengatur duka, dan menularkan damai agar kelak bersama-sama berkumpul kembali bersama semua kesayangan di surga.

Yes. As the bible says,

In this family, we tell the truth.

Be true to each other.

Encourage one another.

Comfort one another.

Forgive and forget.

Count our blessings.

And We love one another.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s