#100hariRIPalinea : menulis

#100hariRIPalinea : menulis

Write hard and clear about what hurts. 

Dalam seratus hari meninggalnya my baby, Alinea Jazz Xadika,

menulis meringankan beban..

Sumpek banget di awal memang.

Bingung. Penat.

Mo curhat keluarin unek-unek, malah ditimpa balik sama curhatan yang dicurhatin

Mo posting di socmed, ohhh phhlueassee “saat hati drama, jauh-jauhlan dari social media”

Sampai teman baik, @eljez, nge-what’s app, ngasih saran untuk ditulis aja semuanya.

Akhirnya setiap hari nulis. Ngobrol sama adek Alin. Ngobrol sama Tuhan.

Dan menulis berhenti di 5 Februari 2015, pas mo nulis doa yang akan dicetak di buku yasin

Yaudahlah, males maksain juga..

Toh setiap hari tetep nulis juga di notes-nya ipad, hp dan laptop.

Dan menulis dengan kesendirian, di tengah-tengah orang asing,

mempermudah proses healing.

Kesendirian akan menemukan cinta yang kedatangannya mungkin luput dari perhatian

Kesendirian memahami dan menghargai cinta yang telah pergi

Kesendirian bisa memutuskan, layakkah meminta cinta yang telah pergi itu untuk kembali?

atau sebaliknya, biarkan dia berlalu dan membuka lembaran baru lagi..

– Paulo Coelho

Yakini saja, seorang paling hebat di dunia, pasti sudah pernah mengalami semua fase kehidupan

Tapi dia tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik dari sekarang.

Itu kan gunanya hidup?

Menjalaninya dan memiliki pengharapan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s