#100hariRIPalinea : jalan-jalan

#100hariRIPalinea : jalan-jalan 

Dalam seratus hari meninggalnya my baby, Alinea Jazz Xadika,

jalan-jalan membuat rileks..

Just Go!

Yep!

Piknik. Jalan-jalan.

Kemana ajah!

ke Ikea

ke Jogja

ke Sendangsono

ke Borobudur

ke Taman mini

ke Ancol

ke Mekkah

ke Sentosa island

kemanapun deh.

Ketemu orang asing. Yang ga banyak nanya.

Yah, Ikhlas gak Ikhlas, bosen juga ditanya “meninggalnya kenapa”

hmmm…

Pertanyaan simpel singkat. Pertanyaan yang ga nyampe 20 detik, tapi terus bikin nyesek ratusan detik lamanya..

Sampe sekarang

Bisa ngebayangin?

Kalo gak bisa, kurang-kurangin deh nanya penyebab kematian

Apalagi kalo anda orang yang beragama, percaya saja mati hidup urusan Tuhan.

Satu tips dari saya :

Sebaiknya jika anda datang ke pemakaman, hindari bertanya “meninggalnya kenapa” malah sebaiknya sempatkan datang, peluk dan doakan saja keluarga yang sedang berduka.

Sukur-sukur bisa ngasih angpao, buat keluarga itu jalan-jalan sekedar meringankan beban dan berusaha keras melupakan pertanyaan itu. haha.

Yang jelas,

Jalan-jalan membuat lebih terang. Karena sejalannya waktu, selalu ada instrospeksi diri.

Dan tempat baru membuat banyak berpikir tentang hidup.

Mau sedih terus juga capek!

Percayalah, saat kita senang, semua orang akan berebut berdekatan dengan kita

Tapi saat kita duka, sudah terbukti, tidak semua orang mau berlama-lama bersama kita.

Mo protes juga ga penting!

Protes sama sapa?

Tuhan?

ya gak mungkin lah.

Maka tinggal menikmati saja momen-momen kehilangan ini.

Sendiri.

Berdua suami.

Bertiga suami dan anakku, Aikia.

Atau beramai-ramai dengan keluarga dan sahabat-sahabat terbaik.

Sekarang, hanya meyakini saja,

Bahwa setiap orang punya jatah sedih dan jatah gembira sendiri-sendiri dengan waktunya masing-masing.

Saya?

Kebetulan jatah gembira dan jatah sedihnya, berdekatan.

Itu mungkin yang memaksa kita harus bersyukur setiap harinya.

Itu mungkin yang disebut juga misteri Ilahi.

Saya bukan Katolik taat, tapi saya nurut aja sama rencana Allah

menyiapkan saja hati yang lapang

pikiran jernih

langkah ringan

dengan kerendahan hati

dan kembali berani dengan yang akan datang berikutnya

sampai saya tahu bahwa saya sudah berada di jalan yang benar

untuk nanti berkumpul lagi dengan semua kesayangan.

Terima. Mengalir. Tersenyum

– gede prama

nge-java jazz lagi setelah absen 2 taun
nge-java jazz lagi setelah absen 2 taun
nemu gak sengaja, Festival Lampion di BSD
nemu gak sengaja, Festival Lampion di BSD
nonton film di teater imax keong mas TMII
nonton film di teater imax keong mas TMII
iseng ke car free day, niat nginep semalem di hotel seputar situ
iseng ke car free day, niat nginep semalem di hotel seputar situ
main ke miniatur kereta api di Floating Market Lembang
main ke miniatur kereta api di Floating Market Lembang
Dipa umroh. Saya ke Sendang sono..
Dipa umroh. Saya ke Sendang sono..
jalan-jalan ke Borobudur
jalan-jalan ke Borobudur
jalan-jalan ke Jogja, nginep di Hotel Tentrem.. biar tentrem idupnya
jalan-jalan ke Jogja, nginep di Hotel Tentrem.. biar tentrem idupnya
jalan-jalan ke Ikea
jalan-jalan ke Ikea
jalan-jalan ke pasar antri cimahi
jalan-jalan ke pasar antri cimahi
Iklan

2 pemikiran pada “#100hariRIPalinea : jalan-jalan

  1. Sessa…gue udah sampai pada titik dimana ketika ditanya “hamil anak ke berapa?” “yang pertama umurnya berapa?” trus gue bingung kalo jujur gue pasti harus cerita detail, Kalo mau cepet ya bilang aja anak pertama. I feel you dengan semua kalimat kesotoyan orang2 yang nge judge “kamu kecapean..jangan kerja mulu dong..” Emangnya mereka pernah ngerasain hamil yg gak capek? Trus ketika gue udah resign leyeh2 di rumah dan masih keguguran juga, masih dibilang kecapean lhooo.. Tinggalin aja sambil ketawain.
    Tapi…akhirnya udah sampai pada tahap dimana bisa menceritakan bagian KENAPA nya dengan senyum, menerima tatapan kasihan oang2 yang mendengarkan, sampai nyentak orang2 yg masih nge judge macem2 dan mengedukasi mereka bahwa mungkin saja mereka bisa berada di posisi gue dan anak gue kalau nasib bisa ditukar (Naudzubillah min dzaliq jangan sampai sih..).

    You’ll get there, you’ll be stronger many times than ever, even more than me.
    Terima. Mengalir. Tersenyum 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s