#100hariRIPalinea : Cinta Mendoa

#100hariRIPalinea : Cinta Mendoa

Dalam seratus hari meninggalnya my baby, Alinea Jazz Xadika,

tidak pernah putus mendoakan dia di gereja, musholla dan mesjid..

Kami orang tua Alinea, memiliki agama yang berbeda

Yang sejak awal rencana menikah, sudah ditentang

Dianggap tidak layak memiliki pasangan yang berbeda agama

Dikhawatirkan tidak akan mampu menghadapi kehidupan jika memiliki keyakinan berbeda

Di-judge bahwa pernikahan akan lebih baik jika memiliki keyakinan yang sama

Dilakukan banyak dialog agar tidak terlaksana pernikahan beda agama tersebut

Mengesampingkan rasa kemanusiaan dengan tidak perlu menghargai karena minimnya pengetahuan dan kedangkalan

Lalu, kejadian lagi, kembali terulang, saat tiba wafatnya bayi cantikku, Alinea..

Bayi 9 bulan yang gak tau apa itu agama, diributkan dan dipertanyakan cara prosesi pemakaman dan cara mendoakannya

Ya Tuhan, kembali aku bertanya,

apakah Kamu telah membuat semua orang menjadi percaya diri bahwa dirinya adalah Kamu? Sampai mereka yakin banget  bahwa doa akan tercapai jika menggunakan cara yang ini bukan cara yang itu? Bukankah itu urusan-Mu yang menentukan doa siapa dan doa apa yang akan Kau terima?

Hmmm…

Aku dan papamu hanya ingin mendoakanmu sayangku, Alinea. Kami sangat ngotot atas nama cinta untuk terus mendoakanmu melalui doa arwah di gereja, misa arwah di rumah, doa rosario lingkungan, tahlilan setiap hari, pengajian di 7 hari dan 100 hari. Semua karena kami tidak tau lagi cara menyampaikan rasa sesal, rasa syukur dan rasa cinta kami kepada kamu dan Kamu, Ya Allah..

Jadi menurutku,

Cinta bukan selalu milik agama Islam

Cinta juga tidak selalu beragama Katolik

Cinta mungkin tidak memilih agama dan suku.

Jadi menurutku,

Cinta datang dengan bebas

Cinta tidak bisa dikendalikan oleh kehendak kita

Cinta mendekat

Cinta mengubah

Cinta menyembuhkan

Cinta mengikhlaskan

Cinta menarik kita padanya dan tidak membiarkan kita menarik dirinya.

Jadi menurutku,

Cinta adalah keyakinan itu sendiri

Cinta bukan pertukaran

Cinta tumbuh karna kontradiksi

Cinta bertahan karna konflik

Cinta menghargai

Cinta membiarkan masing-masing tumbuh dengan caranya sendiri

Cinta menaruh keyakinan pada orang lain, bukan tindakan menyerahkan diri

Jadi menurutku,

Cinta solid karna pernah sakit

Cinta kuat karna perbedaan

Cinta tak hidup dari kekakuan

Cinta tak timbul dari keras kepala

Cinta tak tumbuh dari ketidaktahuan

Cinta jauh dari kedangkalan kasih kepada ciptaan-Nya

Cinta terbentuk karena keluwesan

Cinta tidak goyah oleh ragam pendapat

Cinta menerima pendampingnya tanpa syarat

Cinta abadi karena dia terus berubah, dan bukan tetap sama

Jadi menurutku,

Dalam setiap perpisahan selalu tersembunyi pengharapan

Dan lebih baik pernah mencintai dan kehilangan daripada tidak pernah mencintai sama sekali

Karena semakin kuat dan solid menghadapi kamu yang tidak tau Cinta

Aku mendoakan orang-orang yang kehilangan cinta

Aku mendoakan kamu yang belum menemukan cinta

Iklan

2 pemikiran pada “#100hariRIPalinea : Cinta Mendoa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s