Hari ke-82 : Ditinggal Umroh 

My Soulmate, my half, my love pergi umroh.

Tepat 82 hari setelah kepergian putri kami kembali ke pangkuan Yang Maha Punya.
Hanya aku dan putraku, menanti penuh kasih di rumah.
Berharap dan bersiap semuanya kembali lebih terang.
Bersiap memilih waktunya tiba untuk kembali memiliki wajah yang cerah. 
Hati yang lapang, 
Pikiran ikhlas,
Perkataan damai,
Dan langkah yang ringan.
Karena kami merasa, 
momen kehilangan putri kami tak lebih seperti
Kekalahan telak, 
teguran keras, 
tamparan paling pedih yang pernah kami rasakan.
Bukannya aku makin menantang seperti yang biasa aku lakukan sepanjang hidupku, 
tapi berdiam jauh lebih menenangkan.
Merenung, 
menghabiskan waktu untuk melihat ke dalam. 
Yang selama ini kami abai.
Akhirnya datang juga dengan paksaan, si momen beristirahat itu.
Momen berserah. 
Yang menyembuhkan.
Untuk merancang strategi baru.
Untuk membuat persiapan lebih baik.
Dan meyakini cinta yang semakin solid.
Buat kami, 
yang penting adalah bangkit kembali. 
Pasrah pada waktu yang benar.
Bersabar menunggu saat yang tepat.
Karena kalah hanya untuk penyerah.
Dalam setiap perpisahan selalu tersembunyi sedikit harapan. 
Lebih baik pernah mencintai dan kehilangan daripada tak pernah mencintai sama sekali. 
Jalannya sudah benar ketika ada yang berubah.
Selamat menjalankan ibadah umroh, my half my heart my pacar.
Berbanggalah atas bekas luka perih kita.
Karena itulah medali yang dicap di tubuh kita. 
Memberikan kekuatan.
Ketangguhan baru.
Dan semuanya akan lebih menarik dan lebih mudah.
Amin.
   

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s