Kenapa Harus Menikah? Kenapa Tidak Menikah..

Kemaren diajakin jadi narsum sama timnya Angga Sasongko, untuk program barunya Kompas TV, Social Experience. Ditayangin Januari 2014, ceunah..

Tema kali ini, Kenapa Harus Menikah? Kenapa Tidak Menikah.

Host-nya @adrianoqolbi salah satu komika di Jakarta yang gw ngefans banget.. ( dan ternyata emang beneran pinter juga sih orangnya.. hehe ). Formatnya seperti talkshow pro-kontra. Gw bareng cowok lain bernama Reza ( 24th ) baru sebulan pacaran dan ingin menikah. Dan Dhyta Caturani ( 38th ) yang punya pasangan tapi udah punya sikap tidak ingin menikah sejak umurnya 19tahun, dan Othman ( 27th ) cowok muda yang masih single dan belum tau mau nikah ato gak.

Pertanyaan-pertanyaan mengalir dari Adri. Persiapan dari gw sebenernya gak ada, karena yaah biar baru mau 5 taun usia pernikahan, rasanya jawaban ya keluar aja jujur dari hati yang paling dalam #tsaahh.

Toh gw adalah orang yang sangat menghargai sikap orang lain. Mo nikah, mo pindah agama, mo menghujat agama, mo menghina pernikahan, mo mengagungkan pernikahan, monggo aja.. Asal semua pada tau paket resiko vs kebahagiannya dan saling menghargai.

Beberapa pertanyaan yang gw inget..

1. Menurut lo apa itu pernikahan?

Pernikahan adalah salah satu medium untuk bikin mimpi dan target yang lebih besar dengan pasangan, yang eksekusinya jauh lebih mudah karena dikerjainnya berdua sama pasangan. Bukannya waktu single gw gak bisa bikin mimpi dan target ya, tapi pernikahan ini ya another adventure aja sih. Dan semua value of life yang gw dapet bisa gw wariskan ke anak-anak gw.

Bisa diwujudkan jika tidak menikah? bisa.

2. Kenapa lo menikah?

Diajakin sama pasangan gw, trus ya udah ayo aja. Gw menikah di usia 33taun, di usia yang udah mapan dan banyak uang hehe, dimana Gen X lagi seru ngejer karier, duit lagi banyak banget buat sendirian, trus pada jarang pengen nikah sama pasangannya. Dan pasangan gw itu 8taun lebih muda dari gw, dimana saat itu semua temennya udah pada kewong, trus dia mulai nanya sama gw, Nikah yuk? ya gw pikir, boleh juga sih. Gak keberatan gw berbagi apapun sama dia.

Dan ternyata menikah itu enak bangeettt! bukan cuma perkara komitmen, konsisten dll, tapi lebih ke gimana caranya hidup berbagi sama pasangan, bisa gituan tiap hari dengan sehat aman nyaman dan legal hehe, trus karena kita tinggal di Indonesia, jadi kan disuruhnya harus pake surat nikah / catatan sipil dll, jadi yah kalo pun urusan administratif itu kita lewatin mah ya, it’s a bonus.

Bisa diwujudkan jika tidak menikah? bisa. komitmen, konsisten, berbagi dll dengan pasangan itu? bisa.

3. Apa pendapat lo tentang wedding party, pesta pernikahan, penting gak itu?

Di kasus gw, pesta pernikahan gw itu kepengenan ibu gw dan ibu mertua gw. Gw dengan pasangan beda agama, buat kami gak perlu dirayakan besar-besaran, cukup yang harus-harus aja disuruh sama pemerintahan itu. Tapi nyatanya kami melakukan ritual dan pesta pernikahan di 2 kota ( udah kayak roadshow yee ). Di Cimahi, kami nikah cara gereja lanjut dengan resepsi pernikahan adat Jawa. Seminggu kemudian, di Jakarta, kami nikah ala mesjid dan dilanjut dengan resepsi pernikahan. Kedua pesta tersebut gede-gedean dan ngabisin ongkos. Keinginan kami jelas menabung untuk nyicil rumah, mobil dll. Tapi karena kedua ibu kami sangat ingin bikin pesta mewah, ya ahirnya tabungan kami pun ikutan keluar dulu untuk mewujudkan itu semua. Alasan dari nyokap gw harus banget pesta? karena gw orang Jawa dan bungsu, ada adatnya untuk mestain pernikahan tersebut. Alasan dari ibu mertua harus banget pesta? karena pasangan gw anak pertama.. -_-

4. Pernikahan adalah sumber dari kebahagiaan? Setuju ato gak?

Bisa jadi. Karena itu biang dari segala sesuatu perkembangan naik turun di pernikahan. Saat gw dan pasangan gw harus mulai berbagi, saling mengerti, berkomitmen, berkolaborasi, konsisten dll untuk mendapatkan nilai-nilai hidup, itu jadi alasan kenapa kita harus merasa bahagia untuk menurunkan, mewariskan itu semua ke anak-anak kita.

Ada satu hal yang gw inget waktu gw kecil. Dimana gw cuma berkesempatan hanya 11 taun bareng bokap gw karena dianya keburu meninggal. Yaitu, banyak banget memori-memori kecil, momen-momen penting. Yang, meskipun sederhana karena kami bukan orang kaya, tapi berkesan dan terasa nikmat banget buat gw. Ga inget detailnya tapi gw ga lupa rasanya. Nah gw dan pasangan pengen banget create hal-hal yang bikin bonding semacam itu, yang bisa bikin memori dan momen penting yang nancep di hati. Dan someday kalo anak-anak gw merasakan hal tsb sama orang lain, gw akan bilang sama dia, itulah yang disebut Cinta…

Bisa diwujudkan jika tidak menikah? bisa.

5. Terus kenapa dong orang harus merasa pernikahan adalah sumber kebahagiaan?

menurut gw itu mah budaya yang create mindset itu..

see.. jadi menikah ato gak menikah tu perkara pilihan aja.. gak lebih. 

20131203-110828.jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s