Ai & Aku : Konsultasi dengan Psikolog [ 6-7 ]

Hargai usahanya bukan cuma komentar kesalahan.

Ini kebiasaan kita ni. Kalo ada perbuatan yang seharusnya, kita jarang komentar terima kasih, ya diemin aja. Misal, dia udah beresin mainannya, kadang kita diem aja. Tapi giliran dia gak beresin, wah langsung ditegor gak brenti-brenti.

Begitulah adanya. Dia merasa orangtua hanya komentar jika dia berbuat kesalahan. Tapi diam saja jika dia melakukan hal yang seharusnya.

Jadi, biasakan di rumah untuk seluruh anggota keluarga, saling berterima kasih untuk hal-hal yang “sudah seharusnya” dikerjakan. Misal, ai gak ngompol, harus berterima kasih untuk itu. Karena jika kita diam saja untuk hal-hal biasa tersebut, dia akan cari perhatian dengan melakukan kesalahan. Karena cara itulah yang berhasil memancing orang tua untuk pay attention terhadap dia. Gak peduli bentuknya ditegor/dimarahin ibunya, yang penting dia berhasil menarik perhatian orang tuanya.
Berikutnya, akan diulangi lagi kesalahan2 tersebut.
So, orang tua juga harus memberi contoh membiasakan berterimakasih untuk hal-hal yang rutin dan sudah seharusnya tersebut.

 

20131111-115753.jpg

Iklan

Satu pemikiran pada “Ai & Aku : Konsultasi dengan Psikolog [ 6-7 ]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s